LELAKI gay muda dalam sebuah hubungan serius, enam kali lebih mungkin untuk melakukan hubungan seks tanpa kondom dibandingkan mereka yang berhubungan dengan mitra kasual.
Temuan itu diperoleh dari penelitian terbaru Northwestern Medicine seperti dikutip situs sciencedaily.com. Hasil studi ini memberikan arah baru bagi upaya pencegahan pada populasi yang jumlahnya hampir 70 persen dari semua diagnosa baru HIV/AIDS di kalangan remaja dan dewasa muda di Amerika Serikat, yang juga memiliki peringkat tertinggi dalam angka
infeksi baru.
''Berada dalam suatu hubungan serius menyediakan sejumlah manfaat kesehatan mental dan fisik, tetapi juga meningkatkan perilaku yang menempatkanmu pada risiko penularan HIV. Lelaki yang percaya suatu hubungan itu serius, keliru berpikir bahwa mereka tidak perlu melindungi diri mereka sendiri,'' kata Brian Mustanski, guru besar tamu dalam ilmu-ilmu sosial medis di Northwestern University Feinberg School of Medicine dan penulis pemimpin makalah penelitian tersebut, yang dipublikasikan secara online di jurnal Health Psychology.
"Sekitar 80 persen lelaki muda gay yang mengidap HIV positif tidak mengetahuinya, karena mereka tidak diuji cukup sering," imbuh Mustanski. ''Tidaklah cukup menanyakan status HIV pasangan Anda. Sebaliknya, kedua orang dalam suatu hubungan monogami yang serius harus melakukan dan menerima setidaknya dua tes HIV, sebelum memutuskan untuk berhenti menggunakan kondom.''
Penelitian terbaru dari Northwestern menunjukkan program pencegahan HIV harus diarahkan untuk hubungan serius, daripada fokus saat ini pada individu yang memiliki hubungan kasual.
''Kita perlu melakukan pencapaian target yang lebih besar pada pasangan laki-laki muda. Populasi yang satu ini benar-benar telah tertinggal di belakang. Kita harus berfokus pada hubungan yang serius,'' ujar Mustanski, yang melakukan penelitian ketika berada di University of Illinois Chicago.
Untuk membantu mencapai kelompok ini, Mustanski berencana untuk memproduksi dua video untuk remaja gay pada musim panas ini, yang membahas tentang hubungan sehat dan pencegahan HIV.
Temuan itu diperoleh dari penelitian terbaru Northwestern Medicine seperti dikutip situs sciencedaily.com. Hasil studi ini memberikan arah baru bagi upaya pencegahan pada populasi yang jumlahnya hampir 70 persen dari semua diagnosa baru HIV/AIDS di kalangan remaja dan dewasa muda di Amerika Serikat, yang juga memiliki peringkat tertinggi dalam angka
infeksi baru.
''Berada dalam suatu hubungan serius menyediakan sejumlah manfaat kesehatan mental dan fisik, tetapi juga meningkatkan perilaku yang menempatkanmu pada risiko penularan HIV. Lelaki yang percaya suatu hubungan itu serius, keliru berpikir bahwa mereka tidak perlu melindungi diri mereka sendiri,'' kata Brian Mustanski, guru besar tamu dalam ilmu-ilmu sosial medis di Northwestern University Feinberg School of Medicine dan penulis pemimpin makalah penelitian tersebut, yang dipublikasikan secara online di jurnal Health Psychology.
"Sekitar 80 persen lelaki muda gay yang mengidap HIV positif tidak mengetahuinya, karena mereka tidak diuji cukup sering," imbuh Mustanski. ''Tidaklah cukup menanyakan status HIV pasangan Anda. Sebaliknya, kedua orang dalam suatu hubungan monogami yang serius harus melakukan dan menerima setidaknya dua tes HIV, sebelum memutuskan untuk berhenti menggunakan kondom.''
Penelitian terbaru dari Northwestern menunjukkan program pencegahan HIV harus diarahkan untuk hubungan serius, daripada fokus saat ini pada individu yang memiliki hubungan kasual.
''Kita perlu melakukan pencapaian target yang lebih besar pada pasangan laki-laki muda. Populasi yang satu ini benar-benar telah tertinggal di belakang. Kita harus berfokus pada hubungan yang serius,'' ujar Mustanski, yang melakukan penelitian ketika berada di University of Illinois Chicago.
Untuk membantu mencapai kelompok ini, Mustanski berencana untuk memproduksi dua video untuk remaja gay pada musim panas ini, yang membahas tentang hubungan sehat dan pencegahan HIV.
Dre@ming Post______
sumber : MICOM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar