Jum'at, 16 September 2011 14:29
WASHINGTON - Para petinggi di Palestina mengatakan, Palestina akan menjadi negara terbuka untuk
segala agama, termasuk di antaranya Yahudi.
segala agama, termasuk di antaranya Yahudi."Di masa yang akan datang, Palestina akan terbuka bagi seluruh warganya, kami ingin negara dengan pemerintahan sipil yang di dalamnya hidup seluruh agama seperti Islam, Kristen dan Yahudi," ujar Menteri Agama Otoritas Palestina Mahmoud Habbash, seperti dikutip USA Today, Jumat (16/9/2011).
Komentar Habbass muncul setelah Duta Besar Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk Amerika Serikat (AS) Maen Areikat ditanya, apakah seorang Yahudi dapat menjadi Wali Kota Ramallah, yang merupakan Ibu Kota wilayah Tepi Barat?
"Saya yakin, sebagai langkah awal, kami dan Yahudi harus dipisahkan dan kami dapat merenungkan isu ini di





